Minggu, 09 Januari 2011

Metode Belajar

Teuku Asrul

METODE BELAJAR
A. Pengertian Belajar
Belajar pada hakikatnya adalah suatu aktivitas yang mengharapkan perubahan tingkah laku pads individu yang belajar. Perubahan tingkah laku tersebutteijadi karena usaha individu yang bersangkutan. Belajar dipengaruhi ileh berbagai faktor seperti bahan yang dipelajari, faktor instrumental, lingkungan, dan kondisi individual si pembelajar.
Pada dasarnya, belajar merupakan masalah bagi setiap orang. Dengan belajar maka pengetahuan, keterampilan, kebiasaan, nilai, sikap, tingkah laku, dan semua perbuatan manusia terbentuk, disesuaikan dan dikembangkan. Aktifitas belajar sangat berkaitan dengan fungsi otak manusia. Sebagai organisme hidup, manusia merupakan -suatu organisasi biologik yang dalam ujud strukturalnya terjadi secara genetik.
Ada tiga pakar pendidikan yang teori serta pandangannya bisa digunakan sebagai acuan dalam mengembangkan dan mengimplementasikan kurikulum berbasis kompetensi. Vaitu :
1. John Dewey (2001)
Menurutnya, adalah memberi pengalaman belajar yang tepat bagi peserta didik.

2. Vgotsky (2001)
Menurutnya, terdapat hubungan yang erat antara pengalaman sehari-hari denagn konsep keilmuan

3. Ausubel (2001)
Menurutnya, pengalaman belajar baru akan masuk kedalam memori jangka panjang dan akan menjadi pengetahuan baru


B. Jenis jenis Belajar

1. Belajar Abstrak
Belajar abstrak ialah belajar yang menggunakan cara-cara berpikir abstrak, tujuannya adalah untuk memperoleh pemahaman dan pemecahan masalah-masalah yang tidak nyata. Dalam mempelajari hal-hal yang abstrak diperlukan peranan akal yang kuat disamping penguasaan atas prinsip, konsep, dan generalisasi. Misalnya belajar matematika, kimia, komsografi, astronomi, dan juga sebagian materi bidang studi agama seperti tauhid.

2. Belajar Keterampilan
Belajar keterampilan adalah belajar dengan menggunakan gerakan-gerakan motorik yakni yang berhubungan dengan urat-urat syaraf dan otot-otot. Tujuannya adalah memperoleh dan menguasai keterampilan jasmaniah tertentu. Dalam' belajar ini latihan­latihan intensif dan teratur amat diperlukan. Termasuk belajar dalam jenis ini. Misalnya olah raga, musik, menari, melulds, memperbaiki benda-benda elektronik dannjuga sebagian materi pelajaran agama seperti agama seperti ibadah shalat dan haji.

3. Belajar Sosial
Belajar sosial pada dasarnya adalah belajar memahami masalah-masalah dan tekhnik-tekhnik untuk memecahkan masalah-masalah sosial, seperti masalah keluarga, masalah pesahabatan, masalah kelompok, dan sebagainya. Selain itu, belajar sosial juga bertujuan untuk mengatur dorongan nafsu pribadi demi kepentingan bersama dan memberi peluang kepada orang lain untuk memenuhi kebutuhannya secara berimbang dan proporsional, bidang-bidang studi yang temasuk bahan pelajaran sosial antara lain pelajaran agama dan ppkn.


4. Belajar Pemecahan Masalah

            Belajar pemecahan masalah pads dasamya adalah belajar menggunakan metode­
metode ilmiah atau berpikir secara sistematis, logis, teratur, dan teliti. Tujuannya ialah
untuk memperoleh kemampuan dan kecakapan kognitif untuk memecahkan masalah
secara rasional, lugas, dan tuntas, Untuk itu, kemampuan siswa dalam menguasai konsep­
konsep, prinsip-prinsip, dan generalisasi serta insigat (tilikan akal) amat diperlukan.
Dalam hal ini, hampir semua bidang studi dapat dijadikan sarana belajar pemecahan
masalah. Untuk keperluan itu guru sangat di anjurkan menggunakan model dan strategi mengajar yang berorientasi pada cara pemecahan masalah.

5. Belajar Rasional

Belajar rasional adalah belajar dengan menggunakan kemampuan berpikir secara
logis dan rasional. Tujuannya adalah untuk memperoleh aneka ragam kecakapan
menggunakan prisip-prinsip dan konsep-konsep. Jenis belajar ini sangat erat kaitannya
dengan belajar pemecahan masalah, Dengan belajar rasional, siswa diharapkan memiliki kemampuan memecahkan masalah dengan menggunakan pertimbangan dan strategi akal sehat,logis, dan sistematis

6. Belajar Kebiasaan

Belajjr kebiasaan adalah proses pembentukan kebiasaan-kebiasaan baru atau
perbaian kebiasaan-kebiasaan yang telah ada. Belajar kebiasaan, selain menggunakan
perintah, sun teladan dan pengalaman khusus, juga menggunakan hukuman dan ganjaran
Tujuannya agar siswa memperoleh sikap-sikap dan kebiasaan-kebiasaan perbuatan baru yang tepat dan positif dalam arti selaras dengan kebutuhan ruang dan waktu (kontekstual).

7. Belajar Apresiasi

            Belajjar apresiasi adalah belajar mempertimbangkan arti penting atai nilai suatu objek. Tujuannya adalah agar siswa memperoleh dan mengembangkan kecakapan pernah rasa yang dalam hal ini kemampuan menghargai secara tepat terhadap nilai objek tertentu misalnya apresiasi sastra, musik, dan sebagainnya
8. Belajar Pengetahuan

Belajar pengetahuan studi adalah belajar dengan cara melakukan penyelididkan mendalam terhadap objek pengetahuan tertentu. Studi ini juga dapat diartikan sebagai sebuah program belajar terencana untuk menguasai materi pembelajaran denang melibatkan kegiatan investigasi dan eksperimen. Tujuannya ialah agar siswa memperoleh atau menambah informasi dan pemahaman terhadap pengetahuan tertentu yang biasanya lebih rumit dan memerlukan kiat khusus dalam mempelajarinya, misalnya dengan menggunakan alat laboratorium dan penelitian lapangan.
C. Cara-cara Belajar yang Baik
Ada dua metode yang sering dipergunakan
1. Metode keseluruhan
2. Metode bagian
Belajar dengan menggunakan metode keseluruhan ialah mempelajari bahan
sebagai suatu kesatuan. Belajar dengan metode bagian ialah mempelajari bahan dengancara membagi bahan gtas bagian-bagian.
Semakin berarti suatu bahan semakin baik untuk mempelajarinya dengan
menggunakan metode keseluruhan. Tetapi sebaliknya semakin kurang berarti sesuatu bahan, misalnya kata-kata yang satu dengan yang lain tidak ada hubungannya. Lebih tepat jika mempergunakan metode bagian. Jadi masing-masing mempunyai keuntungan­ keuntungan, tetapi pada umumnya kombinasi dari metode-metode itu lebih baik apabila masing-masing metode itu digunakan sendiri-sendiri.
1. Usaha yang terpencar
Yang dimaksud dengan usaha yang terpencar ialah bahwa belajar akan lebih
efektif apabila periode-periode kerja disusun terpencar dan tidak terpusat.


2. Ingatan

Dalam belajar ingatan sangat diperlukan. Karena pada umumnya tujuan utama
pendidikan disekolah adalah apabila murid menguasai pelajaran yang telah
diberikan. Hal ini dihubungkan dengan kemampuan anak untuk mengingat
kembali apa yang telah dipelajari.
Metode Belajar SQ3R

            SQ3R pada dasarnya merupakan singkatan langkah-langkah mempelajari teks
yang meliputi

1. Survey, maksudnya memeriksa atau meneliti akan mengidentifikasi seluruh teks.
2. Queistions, maksudnya menyusun daftar pertanyaan yang relevan dengan teks
3. Read, maksudnya membaca teks secara aktif untuk mencari jawaban atas
 pertanyaan-petanyaan yang telah tersusun.
4. Recite, maksudnya menghafal setiap jawaban yang telah ditemukan.
5. Review, maksudnya meninjau ulang seluruh jawaban atas pertanyaan yang
    tersusun pada langkah kedua dart ketiga.

            Ada juga beberapa faktor yang mempengaruhi cara dan keberhasilan belajar.
Disamping faktor yang ada didalam diri orang itu sendiri, banyak pula faktor yang
berasal dari luar individu itu sendiri.
           
Dr.Rudolf Pintner mengemukakan sepuluh macam metode didalam belajar,
seperti berikut.

            a. Metode keseluruhan kepada bagian
Didalam mempelajari sesuatu kita hares memulai dahulu dari keseluruhan, kemudian barn mendetail kepada bagian-bagian atau bab-bab tetentu yang kita anggap penting atau yang merupakan inti pokok buku tersebut. Metode ini pendapat psikologi Gestalt.

            b. Metode keseluruhan lawan bagian
Untuk bahan-bahan pelajaran yang skopnya tidak terlalu luas, tepat dipergunakan metode keseluruhan. Seperti menghafal syair, membaca buku cerita pendek, mempelajari unit-unit pelajaran tertentu, dan sebagainya. Untuk bahan-bahan yang bersifat nonverbal, seperti keterampilan, mengetik, menulis, dan sebagainya.

           c. Metode campuran antara kesuluruhan dan bagian
Metode ini baik digunakan untuk bahan-bahan pelajaran yang skopnya sangat
luas, atau yang sukar-sukar. Misalnya tata buku atau bahan kuliah lain pada umumnya

d. Metode resitasi
Resitasi dalam hat ini berarti mengulangi atau mengucapkan kembali (sesuatu) yang telah dipelajari. Metode ini dapat digunakan untuk semua bahan pelajaran yang versifat verbal maupun non verbal. Metode resitasi ini disebut juga dengan metode pemberian tugas, maksudnya agar siswa mengulangi pelajaran yang telah dipelajari atau diajarkan.

e. Jangka waktu belajar
Dari hasil-hasil eksperimen ternyata jangka waktu (periode) belajar yang
produktif seperti menghafal, mengetik, mengerjakan soal hitungan, dan
sebagainya adalah antara 20-30 menit. Jangka waktu yang lebih dari 30 menit untuk belajar yang benar-benar memerlukan konsentrasi perhatian relatif kurang atau tidak produktif. Disamping itu, kita harus ingat juga bahwa besamya minat yang ada pada seseorang terhadap suatu pelajaran dapat memperpanjang jangka waktu belajarnya.

f. Pembagian waktu belajar
Dari berbagai percobaan telah dapat dibuktikan, bahwa belajar yang terus­ menerus dalam jangka waktu yang lama tanpa istirahat tidak efisien dan tidak efektif. Oleh karena itu, untuk belajar yang produktif diperlukan adanya pembagian waktu belajar.
g. Membatasi kelupaan
Bahan pelajaran yang telah kita pelajari seringkali mudah dan lekas dilupakan.
Maka, untuk jangan sampai lekas lupa atau hilang sama sekali, dalm belajar perlu adanya ulangan atau review pada waktu-waktu tertentu.

h. Menghafal
Tujuannya untuk dapat menguasai serta mereproduksi kembali dengan cepat bahan-bahan pelajaran yang lugs atau banyak dalam waktu yang relatif singkat.




Diskusi Pantun

Teuku Asrul

PANTUN


  1. Pengertian pantun
Pantun adalah kalimat bersajak yang terdiri dari empat baris kalimat sebait. Dua baris pertama disebut dengan sampiran dan dua baris selanjutnya disebut dengan isi. Pantun salah satu karya sastra bersifat anonim artinya pantun menyembunyikan penciptanya, sehingga pantun dikatakan milik rakyat.

  1. Ciri – ciri pantun
    1. Terdiri dari empat baris dalam sebait
    2. Dua baris pertama disebut sampiran dan dua baris kedua disebut sebagai isi.
    3. Akhir baris pertama bersajak dengan pertengahan baris kedua dan akhir baris ketiga bersajak dengan pertengahan baris keempat.
    4. Pada umumnya persajakan akhir baris bersajak ab-ab.

Ciri – ciri pantun di atas bisa saja berubah dalam susunan sebuah pantun, karena karya sastra tidak bersifat sacral bisa saja suatu saat nanti berubah disebabkan oleh kreatifitasnya pengarang.

  1. Klasifikasi pantun
Dilihat dari segi pemakai pantun dapat dibagi kedalam tiga jenis.

    1. Pantun anak - anak
`           Pantun anak-anak adalah pantun yang digunakan di kalangan anak - anak.
                        Contoh :
                                                Taktuntong – taktuntong
                                                Boh jagong merapati
                                                Soe nyang cok ata lon
                                                Beupuntong jaroe aki

    1. Pantun pemuda
Pantun pemuda adalah sejenis pantun yang digunakan dikalangan pemuda.
Contoh :
                                                Pecah ombak di tanjung cina
                                                Menghempas pecah di tepian
                                                Biarlah makan dibagi dua
                                                Asal adik jangan tinggalkan

    1. Pantun tua
Pantun tua adalah pantun yang digunakan di kalangan orang tua yang berisikan nasehat, agama dan adat.
Contoh :
                        Bukon sayang lon kalon buweh
                        Puteh – puteh lam laot raya
                        Bukon sayang lon kalon wareh
                        Ok ka puteh seumahyang hana


Pertanyaan Dari Audien



Pertanyaan dari sari rahmah
  1. Sejak kapan pantun dikenal?
           

            Dijawab oleh Hidayatullah :

                        Pantun di Indonesia dikenal sejak awal permulaan adanya karya sastra. Masa populernya pantun kira-kira pada tahun 1920-an sampai tahun 1930. Pantun juga merupakan karya sastra paling tua yang digunakan masyarakat Indonesia sebelum masuknya kebudayaan asing, khususnya budaya Barat.

            Jawaban soal diatas ditambah oleh sugeng priono :

                        Dan pantun juga dianggap milik masyarakat / rakyat karena tidak diketahui syapa yang menciptakannya dan tidak diketahui siapa yang pertama sekali memperkenalkannya atau yang pertama sekali menciptakannya.


Pertanyaan dari icut
  1. jelaskan !
    1. Apakah pantun pernikahan itu bersifat sacral atau sudah ditentukan secara tetap / tidak berubah – ubah.
    2.  Apakah pantun dalam buku lupus termasuk kedalam pantun, jika itu pantun termasuk ke pantun apa?
Contoh pantun di dalam buku lupus :

            Kalau bulan terlihat terang
            Kodok pun ikut berdendang
            Kalau kamu mau kusayang
            Boleh gak pantatmu kutendang

Dijawab oleh Teuku Asrul :

Jawaban soal a :
Pantun dalam acara pernikahan itu bersifat berubah – ubah menurut syapa ahli dari pembaca pantun itu sendiri tidak ada satu ketentuan yang disahkan. Artinya dari pihak wanita dan pihak laki – laki telah memilih masing – masing satu orang untuk berpantun. Kadang – kadang mereka saling mempertahankan pantun mereka sehingga memakan waktu yang lama.

Jawaban soal b :
Setelah saya analisis dari ciri – ciri pantun itu sendiri pantun tersebut adalah dinyatakan sebagai pantun,karena lebih banyak ciri yang terlihat dari pantun tersebut. Ciri – ciri pantun tersebut bisa saja berubah  menurut perkembangan jaman dan kreatifnya yang menciptakannya, karena pantun itu sendiri tidak bersifat sacral dan bisa saja berubah – ubah tidak sama halnya dengan mantra. 

Sabtu, 18 Desember 2010

Cast Stady Microe

Case stady 1
Pengalaman yang Berharga
Saya tidak menduga, hari ini saya akan menampilkan suatu model pembelajaran yang pertama kalinya dalam perkuliahan. Padahal, jadwal tampil saya adalah selasa depan. Berhubung yang telah dijadwalkan pada hari ini dalam keadaan sakit, akhirnya mau tidak mau saya harus tampil tanpa ada persiapan yang matang. Semua itu terjadi, karena begitu banyaknya tugas perkuliahan dan dipengaruhi oleh sedikit kebiasaan saya dalam menunda-nunda suatu yang mesti saya persiapkan.
Rasa percaya diri saya pun muncul begitu saja dan saya mengambil suatu kesimpulan untuk tampil. Pembelajaran pun saya buka dengan mengucapkan salam. Siswa menjawab salam, tetapi ruangan kembali riuh setelah saya membuka pembelajaran. Suasana itu saya hadapi dengan berinteraksi sejenak dengan siswa dengan cara menanyakan siswa-siswa yang tidak hadir pada hari itu. Hal itu di respon oleh siswa dan siswa juga menerangkan tentang teman-temannya yang tidak berhadir.
Setelah siswa mulai serius dan siap untuk belajar, kemudian saya melakukan upaya mengaitkan materi pembelajaran dengan pengalaman siswa. Saya senang sekali, karena siswa bisa menebak sendiri akan materi pembelajaran hari itu. Kemudian saya menuliskan topik pembelajaran kepapan tulis sambil menjelaskan materi secara umum. Siswa memperhatikan apa yang saya jelaskan.
Tujuan akhir pembelajaran adalah siswa mampu menulis gagasan dengan menggunakan pola urutan waktu dan tempat dalam bentuk paragaf naratif dan mampu mengklasifikasikan jenis-jenis paragraf naratif. Akhirnya pada kegiatan inti, saya menyuruh siswa menulis paragraf naratif dengan menceritakan kegiatan masing-masing siswa sejak mereka bangun tidur hingga sampai kesekolah. Saya memberikan waktu 10 menit untuk siswa menyelesaikan tugas itu dan saya mengawasi siswa dalam menyelesaikan tugasnya.
kemudian saya menunjukkan dua orang siswa yang hasil kerjanya berbeda untuk membacakan hasil kerjanya kedepan. Setelah kedua siswa selesai membacakan tulisannya, saya mencoba menanyakan kepada siswa tentang perbedaan antara kedua tulisan yang dibacakan. Akhirnya siswa dapat mengetahui perbedaan tersebut. Setelah siswa paham dengan jenis paragraph naratif kemudian saya mengintruksikan untuk menukarkan tulisannya dengan teman. Akhirnya masing-masing siswa menentukan jenis paragraf narasi yang telah dituliskan temannya.
Akhirnya saya memberikan penguatan kepada siswa. Kemudian memberikan waktu untuk bertanya. Saya mencoba memancing siswa untuk bertanya, tetapi tidak ada siswa yang bertanya. Mungkin semua siswa sudah sangat mengerti. Kemudian saya menyimpulkan pembelajaran dan memberikan semangat kepada siswa untuk belajar dan memberitahukan pembelajaran untuk pertemuan selanjutnya yang lebih menyenangkan lagi. Akhir kalam saya menutup pembelajaran dengan mengucapkan salam.


Pengamatan Hidayatullah

Menurut pengamatan saya, penampilan Teuku Asrul sebagai praktikan hari ini sudah mulai bisa menampilkan pembelajaran yang baik. Mulai dari membuka pembelajaran, pertamanya Teuku Asrul sudah bisa membuka pembelajaran dengan mengaitkan aktivitas sehari-hari siswa dengan pembelajaran hari ini. Cara mengatasi siswa juga terlihat bagus. Terkait dengan pengelolaan kelas, Asrul juga sudah tampak bisa menguasai kelas yang tercermin lewat kelangsungan pembelajaran secara intensif.
Namun sebagai masukan yang sangat berharga, disini saya juga mencatat beberapa kelemahan dari penampilan Asrul. Diantaranya kurangnya memberi penjelasan tentang struktur tugas yang diintruksikan. Kurangnya variasi dalam penggunaan metode pembelajaran. Menjelang akhir pembelajaran Asrul terkesan mengabaikan beberapa siswa yang duduk pada deretan belakang. Terkait dengan kegiatan menutup pembelajaran, saya menilai Asrul sudah bisa memberikan penguatan yang sangat baik kepada para siswa.

                                                            Banda Aceh, 30 November 2010
                                                                                    Pengamat


                                                                                                 Hidayatullah                          





Mengetahui,                                        Banda Aceh, 07 Desember 2010
Dosen Pengasuh                                              Praktikan



Drs. Teuku Alamsyah, M. Pd.                        Teuku Asrul
NIP 1966060619922031005                 NIM 0706102040070

Jumat, 12 November 2010

Mata Kuliah Umum "Gempa Bumi"

Kata Pengantar
Puji syukur kehadiarat Allah swt. Allah yang telah memciptakan tujuh petala langit dan tujuh petala bumi berserta isi keduanya. Ciptaan-Nya pun tak terhingga dan diharuskan bagi manusia untuk meneliti dan memanfaatkan akan ciptaan-Nya.
Judul makalah ini “Gempa Bumi”, makalah ini membahas tentang segala sesuatu yang befrkaitan dengan gempat, baik jenis maupun bentuk gempa itu sendiri.
Makalalah ini dibuat untuk bahan presentasi tugas mata kuliah Ilmu Alam Dasar (IAD). Selanjutnya, sekelompok mengucapkan terima kasih kepada Dosen Pengasuh dan semua pihak yang telah ikut berkontribusi dalam membuat makalah ini. Semoga makalah ini kiranya dapat bermanfaat bagi kita semua.







Daftar isi


Kata pengantar ---------------------------------------  i
Daftar isi ------------------------------------------------ ii
Bab I Pendahuluan ---------------------------------- 1
         1. Latar belakang ----------------------------- 1
         2. Tujuan ---------------------------------------- 1
Bab II Pembahasan---------------------------------- 2
         1. Pengertian gempa ------------------------- 2
         2. Macam-macam gempa ------------------- 2
         3. Factor penyebab---------------------------- 4
Bab III Penutup -------------------------------------- 9
          1. Simpulan ------------------------------------ 9
          2. Saran ----------------------------------------- 9
Daftar Pustaka --------------------------------------- iii
BAB I
Pendahuluan
1.      Latar belakang
Gempa merupakan peristiwa yang tidak asing lagi terjadi di Aceh, karena Aceh adalah salah satu daerah yang rawan gempa. Bahkan hampir setiap saat menghantui aktivitas masyarakat Aceh khususnya. Hal ini terbukti dari beberapa peristiwa gempa yang terjadi di Aceh. Salah satu gempa terdahsyat yang terjadi pada tanggal 26 Desember 2004 yang menelan korban ribuan jiwa sebab dari gempa yang akhirnya disusul tsunami.
Berangkat dari hal di atas, kami sekelompok sepakat untuk membahas masalah tentang “Gempa”. Pertama, kami merasa pemahaman tentang gempa masyarakat di Aceh masih kurang. Kedua, kami sekelompak ingin menambah wawasan tentang konsep gempa khususnya dan seluruh teman-teman umumnya. Ketiga, menyelesaikan tugas perkuliahan yang diembankan kepada kami.

2.      Tujuan
Setelah kami membahas materi ini kami mampu menjelaskan konsep gempa secara rinci, mampu memberikan pemahaman kepada teman-teman seperkuliahan menyangkut materi ini, dan mendapatkan nilai akademik yang memuaskan sesuai dengan apa yang telah kami kerjakan.


Bab 2
Pembahasan
1.      Pengertian Gempa
Secara bahasa gempa adalah keadaan adanya goncangan atau gerakan pada bumi. Goncangan ini dirasakan oleh manusia. Secara teori dapat dikatakan getaran (goncangan) yang terjadi karena pergerakan (bergesernya) lapisan batu bumi yang berasal dari dasar atau bawah permukaan bumi dan juga bisa dikarenakan adanya letusan gunung berapi. Gempa bumi sering terjadi di daerah yang berada di dekat gunung berapi dan juga di daerah yang dikelilingi lautan luas.

2.      Macam-macam gempa
Gempa bumi  suatu peristiwa pelepasan energi gelombang seismik secara tiba-tiba diakibatkan oleh adanya reformasi lempeng tektonik yang terjadi pada kerak bumi. Lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar di bawah ini
Gambar : patahan lempeng kerak bumi saat terjadi gempa bumi.
http://htmlimg4.scribdassets.com/dnrsr5758i9feo/images/2-e930bb1d53/000.jpg




sumber : Badan Meteorologi dan Geofisika
Tentunya Anda tidak akan percaya dengan cerita di atas. Sesungguhnya gempa terjadi akibat getaran kulit bumi yang disebabkan oleh kekuatan dari dalam bumi. Bagaimana getaran itu terjadi? Kerak bumi ini merupakan lempengan yang kaku. Di daerah yang labil, lapisan litosfer ini mengalami perubahan letak. Misalnya di satu bagian terangkat ke atas, sedangkan di bagian sebelahnya menurun atau bertahan pada kedudukannya. Pelengkungan pada perbatasan antara dua bagian yang bergeser ini menimbulkan ketegangan yang lama-kelamaan akan patah secara mendadak. Patahan yang mendadak itulah yang menimbulkan getaran gempa. Tenaga dari dalam bumi yang menyebabkan gempa ini bermacam-macam,
2.1      Gempa Tektonik
Gempa tektonik adalah jenis gempa yang terkuat dan bisa meliputi wilayah yang luas. Gempa ini merupakan akibat dari gerakan tektonik, yaitu berupa patahan atau retakan.
2.2      Gempa Vulkanik
Gempa vulkanik adalah gempa yang terjadi sebelum atau pada saat gunung berapi meletus. Gempa ini hanya terasa di daerah sekitar gunung berapi, sehingga tidak begitu kuat jika dibandingkan dengan gempa tektonik.
2.3  Gempa Runtuhan
Gempa runtuhan adalah gempa yang terjadi akibat runtuhnya atap gua yang terdapat di dalam litosfer, seperti gua kapur atau terowongan tambang. Gempa ini relatif lemah dan hanya terasa di sekitar tempat runtuhan terjadi.
2.4  Gempa jatuhan
Gempa jatuhan adalah gempa yang terjadi akibat dari benda yang jatuh kepermukaan bumi.
2.5  Gempa buatan
Suatu percobaan peledakan nuklir bawah tanah atau laut dapat menimbulkan getaran bumi yang dapat tercatat oleh seismograph seluruh permukaan bumi tergantung dengan kekuatan ledakan, sedangkan ledakan dinamik di bawah permukaan bumi juga dapat menimbulkan getaran, namun efek getarannya sangat lokal.

3.      Factor Penyebab
Bumi kita walaupun padat, selalu bergerak, dan gempa bumi terjadi apabila
tekanan yang terjadi karena pergerakan itu sudah terlalu besar untuk dapat di tahan oleh lempeng tektonik tersebut. Proses pelepasan energi berupa gelombang elastis yang disebut gelombang seismik atau gempa yang sampai ke permukaan bumi dan menimbulkan getaran dan kerusakan terhadap benda atau bangunan dipermukaan bumi. Besarnya kerusakan tergantung dengan besar dan lamanya getaran yang sampai ke permukaan bumi. Selain itu juga tergantung dengan kekuatan struktur bangunan.
Para ahli gempa mengklasifikasikan gempa menjadi dua katagori, gempa intra lempeng (intraplate) dan antar lempeng (interplate). Gempa intraplate adalah  gempa yang terjadi di dalam lempeng itu sendiri, sedangkan gempa interplate terjadi di batas antar dua lempeng. Sebenarnya gempa bumi terjadi setiap hari, namun kebanyakan tidak terasa oleh manusia , hanya alat seismograph saja yang dapat mencatatnya dan tidak semuanya menyebabkan kerusakan. Di Indonesia gempa merusak terjadi 3 sampai 5 kali dalam setahun.
Proses terjadinya gempa bumi dapat dilihat dari penyebab utama terjadinya gempa bumi. Ada 5 jenis gempa bumi yang dapat dibedakan menurut terjadinya, yaitu
3.1      Bergesernya lempeng tektonik
Gempa ini terjadi karena lapisan kerak bumi yang keras menjadi genting (lunak) dan akhirnya bergerak. Teori dari "Tektonik Plate" menjelaskan bahwa bumi terdiri dari beberapa lapisan batuan, sebagian besar area dari lapisan kerak itu akan hanyut dan mengapung di lapisan seperti salju.
Seperti diketahui bahwa kulit bumi terdiri dari lempeng lempeng tektonik yang terdiri dari lapisan lapisan batuan. Tiap lapisan memiliki kekerasan dan massa jenis yang berbeda satu sama lain. Lapisan kulit bumi tersebut mengalami pergeseran akibat arus konveksi yang terjadi di dalam bumi.

http://htmlimg3.scribdassets.com/dnrsr5758i9feo/images/6-2222ff87b4/000.jpgGambar Proses Terjadinya Gempa Tektonik
·         Sesar aktif bergerak sedikit demi sedikit kearah yang saling berlawanan Pada tahap ini terjadi akumulasi energi elastis.
·         Pada tahap ini mulai terjadi deformasi sesar, karena energi elastis makin besar.
·         Pada tahap ini terjadi pelepasan energi secara mendadak sehingga terjadi peristiwa yang disebut gempa bumi tektonik.
·         Pada tahap ini sesar kembali mencapai tingkat keseimbangannya kembali. Pergeseran ini kian lama menimbulkan energi-energi stress yang sewaktu-waktu terjadi pelepasan energi yang mendadak.
Peristiwa inilah yang disebut gempa tektonik, yaitu peristiwa pelepasan energi secara tiba-tiba di dalam batuan sepanjang sesar atau patahan seperti terlihat dalam gambar.
3.2      Faktor vulkanik
Sesuai dengan namanya gempa vulkanik atau gempa gunung api merupakan peristiwa gempa bumi yang disebabkan oleh tekanan magma dalam gunung berapi. Gempa ini dapat terjadi sebelum dan saat letusan gunung api. Getarannya kadang-kadang dapat dirasakan oleh manusia dan hewan sekitar gunung berapi itu berada. Perkiraaan meletusnya gunung berapi salah satunya ditandai dengan sering terjadinya getaran-getaran gempa vulkanik.
Oleh karena itu, untuk mengetahui aktivitas gunung berapi, manusia dengan akalnya telah berhasil membuat alat pengukur aktivitas gunung berapi dan juga alat pengukur besarnya gempa. Ukuran gempa ini dikenal dengan sebutan Richter, sama dengan nama orang yang membuat dan mengembangkannya, yaitu Charles Richter.
3.3      Akibat dari runtuhan
Gempa runtuhan merupakan gempa bumi yang terjadi karena adanya runtuhan tanah atau batuan. Lereng gunung atau pantai yang curam memiliki energi potensial yang besar untuk runtuh, juga terjadi di kawasan tambang akibat runtuhnya dinding atau terowongan pada tambang-tambang bawah tanah sehingga dapat menimbulkan getaran di sekitar daerah runtuhan. Namun, dampaknya tidak begitu membahayakan. Justru dampak yang berbahaya adalah akibat timbunan batuan atau tanah longsor itu sendiri.
3.4      Akibat jatuhnya
Bumi merupakan salah satu planet yang ada dalam susunan tata surya. Dalam tata surya kita terdapat ribuan meteor atau batuan yang bertebaran mengelilingi orbit bumi. Sewaktu-waktu meteor tersebut jatuh ke atmosfir bumi dan kadang-kadang sampai ke permukaan bumi. Meteor yang jatuh ini akan menimbulkan getaran bumi jika massa meteor cukup besar. Getaran ini disebut gempa jatuhan, namun gempa ini jarang sekali terjadi.

http://htmlimg1.scribdassets.com/dnrsr5758i9feo/images/7-745cbeaf58/000.jpg







Gambar : kawah terletak dekat Flagstaff, Arizona, sepanjang 1,13 km akibat jatuhnya meteorite 50.000 tahun yang lalu dengan diameter 50 m.


3.5      Percobaan Peledakan Nuklir
Suatu percobaan peledakan nuklir bawah tanah atau laut dapat menimbulkan getaran bumi yang dapat tercatat oleh seismograph seluruh permukaan bumi tergantung dengan kekuatan ledakan, sedangkan ledakan dinamik di bawah permukaan bumi juga dapat menimbulkan getaran, namun efek getarannya sangat lokal.
Penyebab gempa bumi menurut Beno Gutenberg, ilmuwan Jerman mematahkan teori tersebut. Menggunakan seismograf ciptaan Emil Wiechert, Gutenberg melakukan penelitian di sepanjang pantai Norwegia hingga Gottingen (Jerman). Ia berhasil membuktikan gempa tektonik disebabkan gerakan lempeng bumi (tektonik). Gempa tektonik terjadi karena gerakan dari berbagai lempengan bumi baik besar maupun kecil yang membentuk kerak bumi.
Lapisan kerak bumi yang keras menjadi genting (lunak) dan akhirnya bergerak. Teori dari “Tektonik Plate” menjelaskan, bumi terdiri atas beberapa lapisan batuan. Sebagian besar area dari lapisan kerak itu akan hanyut dan mengapung di lapisan seperti salju. Lapisan tersebut begerak perlahan sehingga berpecah-pecah dan bertabrakan satu samalainnya. Hampir sebagian besar gempa tektonik terjadi di perbatasan antara lempengan-lempengan pembentuk kerak bumi tersebut, seperti di lingkaran Pasifik Kegiatan zone subduksi atau area tumbukan lempeng memegang peranan hampir 50 persen dari peristiwa seismik yang terjadi. Kegiatan zone subduksi ini terkonsentrasi di daerah yang dinamakan lingkaran api (ring of fire), sebuah pita sempit yang panjangnya sekitar 38.600 km. Panjang pita ini membentang dari Selandia Baru-Indonesia-Jepang-hingga Amerika Selatan.





Bab III
Penutup
1.      Simpulan
Pembahasan diatas secara teknis sudah memenuhi kriteria sub-sub materi tentang gempa. Bermacam-macam gempa yang terjadi akibat dari berbagai tiori dan peristiwa yang menimbulkannya, serta tercatat sub-sub yang menjadi acuan yang dapat menjadi pembelajaran bagi generasi-generasi penerus kedepan.
Berdasarkan permasalahan yang menimbulkan atau mengakibatkan gempa itu terjadi tidak terlepas juga dari kekuasaan allah swt,karna kami sekelompok sadar bahwa semua manusia dan apapun yang terjadi itu ditakdirkan oleh sang penguasa jagat raya.
2.      Kritik dan Saran
Kami sekelompok mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang membantu dalam hal mensukseskan makalah yang telah kami selesaikan. Kami sadar makalah kami masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, kami dari sekelompok sangat mengharapkan kritikan dan saran dari para audien yang sifatnya membangun dan bisa menjadikan makalah yang telah kami selesaikan bisa tersempurnakan.
Akhir kalam kami sekelompok minta maaf atas segala kesalahan dan kekhilafan baik yang disengaja ataupun tidak disengaja.




Daftar Pustaka






Bemmelen, R.W. van. 1949. The Geology of Indonesia. Martinus Nijhoff : The Hague, v.1.
Dickinson. 1978. Plate Tectonicand Hydrocarbon accumulation. AAPG Continuing Education
Course, no. series 1.
Suwiyanto, 1978. Hubungan Antara Kegempaan dengan Kelurusan pada Citra Landsat di Daerah Jawa Barat. Suatu Tinjauan : Riset Geologi dan Pertambangan.
Untung, M. 1982. Sebuah Rekonstruksi Paleografi Pulau Jawa. Geologi Indonesia : IAGI
http://http://www.pirba.ristek.go.id/det.php?id=4
http://www.fisikanet.lipi.go.id/utama.cgi?artikel&1030986000&34
http://http://72.14.235.104/search?q=cache:B5UgCE2vrygJ:jurnalsipil
www.appliedgeology.itb.ac.id/static/lab/hg/modul1.pdf